Desa Penungkulan

Kecamatan Gebang
Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah

Artikel

Sejarah Desa

Administrator

25 Oktober 2024

310 Kali Dibaca

SUMBER :

Cerita dari mulut kemulut yang  minim bukti dukung ilmiah,seperti candi, relief, tulisan, benda sejarah dan sebagainya.

Sumber Lisan :

  1. Mbah Muslimin (Tokoh Masyarakat 1942)
  2. Mbah Kholil (Perangkat Desa 1942)
  3. Mbah Sarip (Perangkat Desa Tahun 1997)

Ada beberapa versi :

  1. Dari sisi tokoh : tokoh sentral belum ada kepastian, setidaknya masih muncul 3 nama:
  2. Empu Suto
  3. Sunan Kalijogo
  4. Pangeran Diponegoro

 

  1. Empu Suto :

Dikisahkan pada aman sebelum kewalian tentang singgahnya tokoh pengembara Empu Suta di suatu tempat yang datar, tepat di pinggir Kali ( Sekitar 30 meter dari Kali ), yang sampai saat ini lebih dikenal dengan nama Kali BOGOWONTO, dengan membawa tongkat saktinya yang kemudian ditancapkan ketanah akhirnya tumbuh menjadi Pohon Wungu.  Penancapan atau penanaman pohon Wungu tersebut dikatakan senagai pertanda cikal bakal lahirnya Desa Penungkulan.. ( Pohon Wungu tersebut masih ada hingga sekarang tumbuh di pelataran makam/petilasan MBAH TUNGGUK).

2. Sunan Kalijogo :

Dikisahkan pada jaman kewalian, yaitu jaman Sunan Kalijogo yang mengembara menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Dalam pengembaraannya Sunan Kalijogo sempat singgah di Jawa bagian Tengah tepatnya di Purworejo bagian Utara, ( Atau sekitar 12 km dari pusat Kota Purworejo ke Utara ),di suatu tempat yang datar, tepat di pinggir Kali ( Sekitar 30 meter dari Kali ),oleh sebagian masyarakat dihubung-hubungkan dengan nama Sunan Kalijogo,yang sampai saat ini lebih dikenal dengan nama Kali BOGOWONTO.

Karena baru melakukan perjalanan jauh maka Sunan Kalijogo beserta para pengikutnya berhenti untuk beristirahat.

3. Pangeran Dponegoro :

Dikisahkan bahwa sekitar abad 16 – 17 Masehi atau diawal jaman penjajahan Belanda dikenal nama Pahlawan Nasoinal yang menentang dan berjuang mengusir penjajah Belanda yaitu Pangeran Diponegoro.

Sebagai pembela rakyat pribumi khususnya di tanah Jawa beliou bersikap sangat keras terhadap Belanda. Dalam perjuanganya beliou memilih perang gerilya dengan berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainya.

Dalam perjalananya, Pangeran Diponegoro sempat singgah di Jawa bagian Tengah tepatnya di Purworejo bagian Utara, ( Atau sekitar 12 km dari pusat Kota Purworejo ke Utara ),di suatu tempat yang datar, tepat di pinggir Kali ( Sekitar 30 meter dari Kali ), yang sampai saat ini Kali tersebut dikenal dengan nama Kali BOGOWONTO.

Karena baru melakukan perjalanan jauh maka Pangeran Diponegoro beserta para pengikutnya berhenti untuk beristirahat

 

Terlepas dari cerita mana yang benar :

Bekas( Tilas : Bhs Jawa ) tempat peristirahatan Empu Suta, Sunan Kalijogo atau Pangeran Diponegoro maupun tokoh lainya( Pe-tilas-an : Bhs Jawa ) selanjutnya diTUNGGU oleh salah satu pengikut setia Empu Suta, Sunan Kalijogo, Pangeran Diponegoro maupun tokoh lainya yang akhirnya memunculkan nama tokoh yang dikenal dengan nama MBAH TUNGGUK.

( Petilasan atau diperkirakan sebagai makam MBAH TUNGGUK masih dikeramatkan oleh masyarakat hingga sekarang berlokasi di Dusun Krajan RT 01 RW 06 Desa Penungkulan  )

MBAH TUNGGUK selama menunggui atau menetapditempat tersebut juga menjalin hubungan baik dengan Desa-Desadisekitarnya,

antara lain :

  1. Desa Sewinong, membawahi Dusun Sewinong, Sewaduk, Situk, Karangjetak, Gansingan, Silendung, dan Pendowo

( Yang menguatkan : adanya lokasi Tanah Bengkok Sewaru, Petilasan kediaman Lurah Abdulloh Umar di Dusun Sewinong )

2. Desa Kriyan membawahi Dusun Kriyan, Guguran, Sawi dan Sebibis

( Yang menguatkan : adanya lokasi  Tanah  Bengkok Sumber dan exs. Tanah Bengkok Sejomblang, Petilasan kediaman Lurah Haji Abdul Rozak Dusun Krajan )

3. Desa Sirembes membawahi Dusun Sirembes, Ngemplak dan Crongoh

( Yang menguatkan : adanya lokasi tanah Bengkok Keweden )

 

Hubungan baik tersebut mencapai puncaknya ketika MBAH TUNGGUK yang sudah memiliki pengaruh besar berhasil menundukan( NUNGKUL-ke : Bhs Jawa  )atau menyatukan Tiga Desa tersebut menjadi SatuDesa, yang pada akhirnya penundukan (NUNGKUL-ke : Bhs Jawa ) atau penyatuan Tiga Desa itu oleh MBAH TUNGGUK diberi nama PE-NUNGKUL-AN.

PE-NUNGKUL-AN yang  berasal dari awalan PE dengan kata dasar NUNGKUL dana khiran AN atau dalam Bahasa Indonesia bias diartikan PENUNDUKAN.

PENUNGKULAN adalah momentum atau peristiwa penting berupa penundukan atau penyatuan Tiga Desa menjadi Satu Desa.

 

DESA PENUNGKULAN akhirnya memiliki wilayah bawahan yaitu Dusun Sirembes, Crongoh, Silendung, Sewinong, Karangjetak, Krajan dan Sebibis.

Pengaruh MBAH TUNGGUK ke para Penguasa Desa dan rakyat sangat besar termasuk menyebarkan pengaruh Islam.

Yang  menguatkan hal tersebut adalah nama pejabat Lurah  kala itu dipengaruhi budaya Islam. Seperti nama Lurah Abdulloh Umar dan Lurah Haji Abdul Rozak.

Dari Cerita di atas menunjukan:

  1. Adanya beberapa kesimpangsiuran atau perbedaan nama tokoh, yaitu Empu Suta,Sunan Kalijogo, dan Pangeran
  2. Adanya kesamaan gerakan yang sangat jelas yaitu sama-sama bergerak menyebarkan pengaruh Islam.

Demikian kurang lebih sejarah asal usul nama DESA PENUNGKULAN, Desa yang dibelah oleh Kali Bogowonto dan dilintasi jalan raya Propinsi : Purworejo – Wonosobo pada KM 12, berada di Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, tentunya akan menjadi lebih mendekati kebenaran apabila dikemudian hari diperoleh petunjuk dan bukti yang lebih menguatkan.

 

Kepala Desa Yang Pernah Menjabat di Desa Penungkulan :

  1. Abdul Rozak ( 1904 – 1924 )
  2. Abdulloh Umar ( 1925 – 1941 )
  3. Amat Sahudi ( 1942 – 1986 )
  4. Sudaryanto Periode I ( 1986 – 1994 ) dan Periode II ( 1995 – 1996 )
  5. Khaedoni, SH. ( 1997 – 2005 )
  6. Anang Sugiharto Periode I ( 2006 – 2012 ) dan Periode II ( 2012 – Sekarang )

 

Pelaksana Jabatan Kepala Desa Yang Pernah Menjabat di Desa Penungkulan :

  1. Aripin ( 1994 )
  2. Kamsoel ( 1996 )
  3. Amat Sangsang ( 2005 )

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

Amat Suroso

Sekretaris

Syarifudin, S.Pd

Kasi Pemerintahan

Hartono

Kaur Keuangan

Ernawati, S.E

Kaur TU dan Umum

Ahmad Luqman Khakim

Kaur Perencanaan

Sri Wahyuni, S.Pd

Kasi Pelayanan

Suyanto

Kadus IV

Amat Komaidi

Kadus V

Moch Cholis

Kasi Kesejahteraan

Siti Mussaropah

Kadus VII

Achmad Rohman

Kadus II

Sujiyanto

Kadus I

Wachit Mu'arif

Kadus III

Dwi Nur Arifah

Kadus VI

Rosi Yatin

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Penungkulan

Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, 33

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Desa

Latitude:
Longitude:

Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa